Main Article Content

Abstract

Berikut adalah draf abstrak lengkap yang telah disunting sesuai standar BIKKM untuk jenis Artikel Penelitian (Research Article). Naskah ini telah diperbaiki dari segi tata bahasa, alur logika ilmiah, dan terminologi farmasetika agar memenuhi kualifikasi jurnal terakreditasi.



Judul Artikel (Versi Bahasa Indonesia)

Formulasi dan Efektivitas Nanospray Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Penyembuhan Luka Diabetes Terinfeksi Staphylococcus aureus: Studi Eksperimental



Abstrak

Latar Belakang: Luka pada pasien diabetes mellitus memiliki kerentanan tinggi terhadap infeksi bakteri Staphylococcus aureus, yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko amputasi dan kematian. Daun kersen (Muntingia calabura L.) diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi, yang potensinya dapat dioptimalkan melalui sistem penghantaran obat nanospray untuk meningkatkan penetrasi zat aktif ke dalam jaringan kulit.


Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisik formulasi nanospray ekstrak daun kersen dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mempercepat penyembuhan luka diabetes yang terinfeksi bakteri pada hewan coba.


Metode: Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% (1:5) untuk ekstraksi daun kersen. Sediaan nanospray dibuat dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak: F1 (25 mg), F2 (50 mg), dan F3 (100 mg). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas. Uji efektivitas penyembuhan luka dilakukan secara in vivo pada tikus yang diinduksi aloksan dan dipaparkan S. aureus. Analisis data menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%.


Hasil: Hasil evaluasi fisik menunjukkan seluruh formula homogen dengan rentang pH 4,7–6,2. Pengukuran ukuran partikel menunjukkan F1 dan F2 memenuhi kriteria nanometer (38,73–47,93 nm), sedangkan F3 berada di atas ukuran nano (>100 nm). Terdapat perbedaan signifikan konsentrasi ekstrak terhadap pH sediaan (p<0,05). Hasil uji in vivo membuktikan bahwa formula F2 memberikan efek penyembuhan luka diabetes yang paling signifikan (p<0,05) dibandingkan kelompok perlakuan lainnya.


Simpulan: Sediaan nanospray ekstrak daun kersen memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan topikal. Formula F2 (50 mg) ditetapkan sebagai formula terbaik karena memiliki karakteristik ukuran partikel nano yang optimal serta efektivitas penyembuhan luka diabetes yang paling tinggi.


Kata kunci: nanospray; daun kersen (Muntingia calabura L.); luka diabetes; Staphylococcus aureus; penyembuhan luka.

Article Details