Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) mengandung senyawa kurkumin yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan analgesik, namun penghantaran transdermal sering terkendala oleh rendahnya laju penetrasi menembus stratum korneum. Oleh karena itu, diperlukan strategi formulasi menggunakan bioenhancer alami, seperti ekstrak buah lada hitam (Piper nigrum L) yang mengandung piperin, untuk meningkatkan absorpsi perkutan zat aktif dalam sediaan patch.


Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menentukan sediaan patch transdermal ekstrak rimpang kunyit terbaik dengan variasi konsentrasi bioenhancer ekstrak buah lada hitam yang mampu meningkatkan penetrasi kurkumin secara optimal.


Metode: Sediaan patch diformulasikan dalam tiga variasi: F1 (tanpa bioenhancer), F2 (bioenhancer ekstrak lada hitam 5%), dan F3 (bioenhancer ekstrak lada hitam 10%). Evaluasi sediaan meliputi uji mutu fisik (organoleptis, pH, keseragaman bobot, ketebalan, ketahanan lipat) serta uji penetrasi in vitro menggunakan metode difusi Franz untuk mengukur profil permeasi.


Hasil: Seluruh formula memenuhi persyaratan standar mutu fisik sediaan topikal. Hasil uji difusi Franz menunjukkan bahwa F3 (konsentrasi bioenhancer 10%) memberikan profil penetrasi paling unggul dibandingkan formula lainnya, dengan nilai jumlah kumulatif terpermeasi sebesar 62,626 μg/cm² dan nilai fluks mencapai 112,397 μg/cm².jam.


Simpulan: Penambahan ekstrak buah lada hitam berfungsi efektif sebagai bioenhancer dalam sediaan patch transdermal ekstrak kunyit, di mana konsentrasi 10% terbukti sebagai formula terbaik dalam meningkatkan laju penetrasi obat.


Kata kunci: patch transdermal; bioenhancer; Curcuma domestica Val; Piper nigrum L; uji difusi Franz; penetrasi obat.

Article Details