Main Article Content

Abstract

Burnout merupakan sindrom psikologis akibat respons terhadap stres kronis yang sering dialami oleh mahasiswa kedokteran, dengan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan fisik, mental, dan performa akademik. Identifikasi dini melalui penggunaan instrumen screening yang valid dan reliabel sangat penting untuk mencegah konsekuensi buruk tersebut, seperti keinginan bunuh diri dan penurunan kualitas pelayanan kesehatan di masa depan. Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan instrumen screening yang tepat untuk mendeteksi burnout pada populasi mahasiswa kedokteran. Berdasarkan penelusuran literatur, terdapat tiga instrumen utama yang sering digunakan dan diadaptasi untuk mahasiswa, yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS), Copenhagen Burnout Inventory-Student Version (CBI-S), dan Oldenburg Burnout Inventory-Student Version (OLBI-S). MBI-SS merupakan instrumen yang paling luas penggunaannya, mengukur tiga dimensi yaitu kelelahan (exhaustion), sinisme (cynicism), dan efikasi diri (professional efficacy). Sementara itu, CBI-S berfokus pada inti fenomena kelelahan fisik dan psikologis, dan OLBI-S menilai dimensi kelelahan serta pelepasan diri (disengagement) dari pekerjaan atau studi. Pemilihan instrumen yang tepat sangat krusial sebagai langkah identifikasi awal agar tatalaksana dan intervensi yang sesuai dapat segera diberikan.

Article Details