Main Article Content
Abstract
Diagnosis dan Tatalaksana Demam Tifoid pada Pasien Lansia disertai Hipertensi dan Diabetes Melitus Tipe 2
Background: Typhoid fever is a systemic infectious disease that remains prevalent in developing countries, including Indonesia. In elderly patients with comorbidities such as hypertension and type 2 diabetes mellitus, typhoid fever may present with atypical clinical manifestations and an increased risk of complications, requiring accurate diagnosis and comprehensive management.
Objective: This paper aims to describe the diagnosis and management of typhoid fever in an elderly patient with concomitant hypertension and type 2 diabetes mellitus.
Methods: This study is presented as a case report. Data were collected through history taking, physical examination, laboratory investigations, and evaluation of the management provided during the patient’s hospitalization.
Results: The elderly patient exhibited atypical clinical features of typhoid fever, supported by positive serological findings. The patient received appropriate antibiotic therapy according to current guidelines, along with optimal management of hypertension and type 2 diabetes mellitus, resulting in clinical improvement during treatment.
Conclusion: The diagnosis of typhoid fever in elderly patients with comorbid hypertension and type 2 diabetes mellitus requires a high index of clinical suspicion. Appropriate and integrated management of both the infection and comorbid conditions can lead to favorable clinical outcomes.
Keywords: Typhoid fever; Elderly; Hypertension; Type 2 diabetes mellitus; Management
Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan endemik di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pada populasi pasien lanjut usia (lansia) dengan komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes melitus tipe 2, penyakit ini sering kali bermanifestasi dengan gejala klinis yang atipikal serta memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Kondisi ini menuntut ketajaman diagnosis dan pendekatan tata laksana yang komprehensif.
Deskripsi Kasus: Kami melaporkan kasus seorang pasien lansia yang menunjukkan gambaran klinis demam tifoid yang tidak khas. Penegakan diagnosis dilakukan melalui anamnesis mendalam, pemeriksaan fisik, serta dikonfirmasi dengan temuan serologis positif. Pasien mendapatkan terapi antibiotik yang sesuai dengan pedoman terkini, bersamaan dengan manajemen optimal untuk mengontrol hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 yang dideritanya. Evaluasi selama perawatan menunjukkan adanya perbaikan klinis yang signifikan.
Simpulan: Penegakan diagnosis demam tifoid pada pasien lansia dengan multipatologi memerlukan indeks kecurigaan klinis yang tinggi mengingat manifestasinya yang sering tersamar. Tata laksana yang tepat dan terintegrasi antara penanganan infeksi akut serta kontrol kondisi komorbid terbukti mampu menghasilkan luaran klinis yang baik.
Kata kunci: demam tifoid; lansia; hipertensi; diabetes melitus tipe 2; tata laksana terintegrasi.
Article Details
Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
