Main Article Content

Abstract

Tanjung Seloka Village in Kotabaru Regency has significant coastal resource potential, particularly in the aquaculture sector, with its superior commodity, soft-shelled crab, which has high economic value and stable market demand both domestically and internationally. This Community Service activity aims to improve the community's knowledge and skills in applying Recirculating Aquaculture System (RAS) technology to soft-shelled crab cultivation. The results of the activity indicate an increase in community understanding of the RAS system concept, the function of tools and materials, the benefits of implementing the technology, and the importance of water quality management in the cultivation process. In addition, the community's technical skills have also developed, particularly in preparing cultivation facilities, operating the RAS system, and carrying out maintenance during the soft-shelled crab cultivation process. This capacity increase indicates that RAS technology can be understood and implemented by the community as an alternative, more efficient and environmentally friendly cultivation innovation. The implication of this activity is the opening of opportunities for developing a sustainable technology-based soft-shelled crab cultivation business, which has the potential to increase productivity, expand business opportunities, and support the improvement of the welfare of the coastal community of Tanjung Seloka Village.

Keywords

Recirculating Aquaculture System Soft-shell crab Tanjung Seloka

Article Details

How to Cite
Iskandar, R. ., Tony, F. ., Aminah, A., & Kisworo, Y. . (2026). Budidaya Kepiting Soka Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) di Desa Tanjung Seloka Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru: Indonesia. Jurnal Abdimas Madani Dan Lestari (JAMALI), 8(1), 112–121. https://doi.org/10.20885/jamali.vol8.iss1.art12

References

  1. Amri, A. (2019). Teknologi Recirculating Aquaculture System dalam budidaya kepiting soka. Jurnal Akuakultur, 12(1), 45–56.
  2. Ardian, A., Kustiati, & Saputra, F. (2022). Kualitas habitat kepiting bakau (Scylla serrata Forsskål) di perairan pantai Desa Sengkubang Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah. Protobiont, 11(2), 44–50.
  3. Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2008–2012). Statistik Perikanan Tangkap Nasional. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Jakarta.
  4. KIMBis Cakradonya. (2018). Laporan Pengembangan Teknologi Budidaya Kepiting Bakau Berbasis Masyarakat. Aceh Besar.
  5. Kusuma, R. (2018). Tantangan dan peluang dalam budidaya kepiting soka di wilayah pesisir. Prosiding Seminar Nasional Perikanan, 20(4), 321–330.
  6. Muchlisin, Z. A., & Azwir. (2004). Hasil tangkapan kepiting (Scylla serrata F.) dengan menggunakan beberapa jenis umpan. Jurnal Ilmiah, 7(1), 57–60.
  7. Romimohtarto, K., & Juwana, K. (2009). Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan tentang Biota Laut di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
  8. Setiawan, F., & Triyanto. (2012). Studi kesesuaian lahan untuk pengembangan silvofishery kepiting bakau di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Jurnal Limnotek, 19(2), 158–165.
  9. Solihah, A. (2020). Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Khitobah di MTs Ma’arif NU 1 Kemranjen Banyumas. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.
  10. Sulaiman, H. (1992). Pengaruh padat penebaran terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan kematangan gonad kepiting bakau (Scylla serrata) pada kegiatan produksi kepiting bertelur dengan sistem kurungan tancap. Buletin Penelitian Perikanan, 1(2), 43–49.
  11. Tony, F., Fitriliyani, I., Yuliyanto, & Yusuf, B. (2025). Optimalisasi peran masyarakat di kawasan mangrove PBPH ULM melalui pembuatan demplot usaha budidaya kepiting soka dengan metode Recirculating Aquaculture System. Jati Emas: Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat, 9(1), 17–22.
  12. Wicaksono, D. L., Zainuri, M., & Widianingsih. (2014). Pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan kepiting soka di tambak Desa Mangunharjo Kecamatan Tugu. Journal of Marine Research, 3(3), 265–273.