Main Article Content

Abstract

Purpose – This study aims to examine the effectiveness of the subsidized fertilizer trading system in ensuring fertilizer availability for farmers in Sleman Regency.
Methods – This study employs a qualitative research approach. Data were analyzed using Nvivo 12 to process interview results obtained from various informants directly involved in the subsidized fertilizer trading and distribution system in Sleman Regency.
Findings – The findings indicatecthat the subsidized fertilizer trade system in Sleman Regency involves several interrelated stakeholders: the Sleman Regency Agriculture Office, PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero), PPL, PUD (distributors), and PPTS (retailers). Subsidised fertiliser stocks at the PPTS level are always relatively available, distribution follows the national allocation through the e-RDKK system, and with transparent oversight. However, farmers still face significant obstacles in the redemption process due to administrative issues.
Implication – The study highlights the need for stronger coordination among stakeholders and simplification of administrative procedures to improve farmers’ access to subsidized fertilizers.
Originality – This study contributes to a qualitative approach-based analysis of the effectiveness of subsidized fertilizer trading systems at the regional level, highlighting the functional relationships between stakeholders and administrative barriers that affect fertilizer availability.



Abstrak
Tujuan – Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas tata niaga pupuk bersubsidi terhadap ketersediaan pupuk bagi petani di Kabupaten Sleman.
Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi berbagai informan yang terlibat langsung dalam tata niaga pupuk bersubsidi di Kabupaten Sleman. Analisis data dilakukan menggunakan NVIVO 12 untuk mengolah dan menafsirkan data secara sistematis.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata niaga pupuk bersubsidi di Kabupaten Sleman melibatkan sejumlah stakeholder yang saling terkait, yaitu Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero), PPL, PUD (distributor), dan PPTS (pengecer). Stok pupuk bersubsidi di tingkat PPTS relatif selalu tersedia, penyaluran mengikuti alokasi nasional melalui sistem e-RDKK, dan dengan pengawasan yang transparan. Namun demikian, petani masih menghadapi kendala signifikan dalam proses penebusan akibat permasalahan administrasi.
Implikasi – Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi antar-stakeholder, serta penyederhanaan prosedur administrasi guna meningkatkan akses petani terhadap pupuk bersubsidi.
Orisinalitas – Penelitian ini berkontribusi pada analisis berbasis pendekatan kualitatif terkait efektivitas tata niaga pupuk bersubsidi di tingkat daerah, yang menyoroti hubungan fungsional antar-stakeholder dan hambatan administratif yang mempengaruhi ketersediaan pupuk.

Keywords

Tata Niaga Pupuk Bersubsidi Sistem e-RDKK Ketersediaan Pupuk Kendala Penyaluran

Article Details

How to Cite
Brazilianto, A. A. M. R., & Priyadi, U. (2026). Peran tata niaga pupuk bersubsidi terhadap ketersediaan pupuk bagi petani di Kabupaten Sleman. Jurnal Kebijakan Ekonomi Dan Keuangan, 4(2), 188–204. https://doi.org/10.20885/JKEK.vol4.iss2.art7

References

  1. ANTARA News Yogyakarta. (2024, 15 Oktober). DP3 Sleman Sosialisasikan Mekanisme Pengusulan Pupuk Subsidi 2025. ANTARA News. Diakses pada 3 Agustus 2025, dari https://jogja.antaranews.com/berita/722173/dp3-sleman-sosialisasikan-mekanisme-pengusulan-pupuk-subsidi-2025
  2. Castleberry, A., & Nolen, A. (2018). Thematic Analysis of Qualitative Research Data: Is it as Easy as it Sounds? Currents in Pharmacy Teaching and Learning, 10(6), 807–815.
  3. https://doi.org/10.1016/j.cptl.2018.03.019 DOI: https://doi.org/10.1016/j.cptl.2018.03.019
  4. Center for Food, Energy, and Sustainable Development. (2025). Laporan Bulan Juni 2025: Perkembangan penyaluran subsidi pupuk dan implikasi fiskal. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). https://indef.or.id/wp-content/uploads/2025/07/IND-INDEF-Center-FESD_Monthly-Update_Juni-2025.pdf
  5. Darwis, V., & Supriyati, nFN. (2013). Subsidi Pupuk: Kebijakan, Pelaksanaan, dan Optimalisasi Pemanfaatannya. Analisis Kebijakan Pertanian, 11(1), 45–60. https://doi.org/10.21082/akp.v11i1.45-60 DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v11i1.45-60
  6. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. (2024, 25 Oktober).
  7. Integrasi Kartu Tani dan KTP, Mudahkan Petani Tebus Pupuk Subsidi. Diakses pada 2 Agustus 2025, dari https://pertanian.slemankab.go.id/integrasi-kartu-tani-dan-ktp-mudahkan-petani-tebus-pupuk-subsidi
  8. Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025). Nota Keuangan APBN Tahun Anggaran 2025. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://anggaran.kemenkeu.go.id/assets/FTPPortal/Peraturan/NK%20UU%20APBN%20Lapsem/NOTA%20KEUANGAN%20APBN%20TA%202025.pdf
  9. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia (2025). Keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor 14/KPTS/RC.210/B/05/2025 tentang Perubahan Atas Keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor 62/KPTS/RC.210/B/11/2024 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2025.
  10. Hakim, L. (2025). Hasil Wawancara Pribadi: 5 Agustus 2025, Sleman.
  11. Jamil, A. (2022). Inklusivitas Kebijakan dan Peran Aktor dalam Pengelolaan Pupuk Bersubsidi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Analisis Kebijakan Pertanian, 20(2), 161-72. https://doi.org/10.21082/akp.v20i2.161-172 DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v20i2.161-172
  12. Jannah, D., Lestiana, H. T., & Junaedi, D. (2020). Peningkatan produktivitas pertanian padi untuk kesejahteraan masyarakat. Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 234–249. https://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/dimasejati/article/viewFile/7306/3439 DOI: https://doi.org/10.24235/dimasejati.v2i2.7306
  13. Januarisky, H. A., Syaukat, Y., & Rifin, A. (2025). The Effect of Urea and NPK Fertilizer Usage on Farmers Receiving Fertilizer Subsidies. Agro Bali: Agricultural Journal, 8(2), 352–363. https://doi.org/10.37637/ab.v8i2.2091 DOI: https://doi.org/10.37637/ab.v8i2.2098
  14. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2024). Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 249 Tahun 2024 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2025. Jakarta: Kementerian Pertanian.
  15. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 343. Jakarta: Kementerian Pertanian.
  16. Khaq, M., & Biswan, A. (2025). Optimalisasi subsidi pupuk: Mengatasi inefisiensi biaya subsidi dan mekanisme distribusinya. Journal of Law, Administration, and Social Science, 5(1), 103–115.
  17. https://doi.org/10.54957/jolas.v5i1.1322 DOI: https://doi.org/10.54957/jolas.v5i1.1322
  18. Lumban Gaol, B. A., Anggreni, I. G. A. L., & Arisena, G. M. (2023). Analisis sistem distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Studi kasus pada CV Mas Ayu Lestari). Journal of Agribusiness and Agritourism, 12(1).
  19. https://doi.org/10.24843/JAA.2023.v12.i01.p05 DOI: https://doi.org/10.24843/JAA.2023.v12.i01.p05
  20. Moleong, Lexy J. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  21. Mulyani, A., & Sarwani, M. (2013). Karakteristik dan potensi lahan sub optimal untuk pengembangan pertanian di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 7(1), 47–55. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/2272
  22. Nugroho, A. D., Siregar, A. P., Andannari, E., Shafiyudin, Y., & Christie, J. I. (2018). Distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bantul Provinsi DIY. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 2(1). DOI: https://doi.org/10.14710/agrisocionomics.v2i1.2186
  23. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/agrisocionomics/article/view/2186
  24. Ningrum, R. K., Pujiharto, P., & Dumasari, D. (2022). Efisiensi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 4, 338–347. https://doi.org/10.30595/pspfs.v4i.523 DOI: https://doi.org/10.30595/pspfs.v4i.523
  25. Pemerintah Republik Indonesia. (2025). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 10. Jakarta: Sekretariat Negara.
  26. PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero). (2025, 29 September). Pupuk Indonesia Pastikan Perubahan Tata Kelola Tak Ganggu Penyaluran Pupuk Bersubsidi ke Petani. Dari https://pupuk-indonesia.com/media-info/detail/712/pupuk-indonesia-pastikan-perubahan-tata-kelola-tak-ganggu-penyaluran-pupuk-bersubsidi-ke-petani. Diakses pada 1 Oktober 2025.
  27. Ramadhan, N. (2024). ARTICLE REVIEW: The Influence of Climate Change on Rice Production and Cultivation Patterns in Indonesia. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA), 6(1), 167–180. https://doi.org/10.36378/juatika.v6i1.3374 DOI: https://doi.org/10.36378/juatika.v6i1.3374
  28. Saputra, I., Prasmatiwi, F. E., Abidin, Z., & Setiawan, A. (2023). Persepsi Petani Padi Sawah Irigasi dan Tadah Hujan terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 7(1), 166-175. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2023.007.01.15 DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2023.007.01.15
  29. Soekartawi. (2002). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  30. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  31. Suryana, A. (2024). Menuju Ketahanan Pangan Indonesia Berkelanjutan 2025: Tantangan dan Penangananya. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 32(2), 123 135. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/index.php/fae/article/view/1123 DOI: https://doi.org/10.21082/fae.v32n2.2014.123-135
  32. Tyas, T., Rohmah, S., & Lestari, E. (2024). Implementasi pendistribusian pupuk bersubsidi di tingkat petani ditinjau dari prinsip enam tepat. SIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian, 1(1), 1–7.
  33. https://doi.org/10.30599/simbiosis.v1i1.3326 DOI: https://doi.org/10.30599/simbiosis.v1i1.3326
  34. Wijaya. (2018). Analisis Data Kualitatif Ilmu Pendidikan Teologi. Sulawesi Selatan: Sekolah Tinggi Theologia Jaffrai.
  35. Wijayanti, N., Nurwahidah, S., Hartono, Y., Mastar, S., & Pebriana, L. (2024). Efektivitas pendistribusian pupuk bersubsidi berdasarkan prinsip enam tepat di Kabupaten Sumbawa. Musamus Journal of Agribusiness, 7(1), 9–16.
  36. https://doi.org/10.35724/mujagri.v7i1.5957 DOI: https://doi.org/10.35724/mujagri.v7i1.5957
  37. Zuriah. (2009). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Teori-Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.