Main Article Content

Abstract

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwanya adalah salah satu Lembaga fatwa di Indonesia yang fatwa-fatwanya menjadi salah satu bahan rujukan masyarakat muslim Indonesia. Dalam perspektif maqoshid al-Syari’ah, semua produk hukum ataupun fatwa diorientasikan kepada mashlahah dan menjauhkan dari kerusakan (mafsadah). Ijtihad Maqashidi atau Ijtihad berbasis maqashid syariah sudah menjadi kelaziman bagi mujtahid dalam proses berijtihad ataupun memberikan fatwa. Penelitian ini mencoba menganalisa dan menjawab dua hal: Pertama, tentang metodologi ijtihad berbasis maqashid al-syari’ah yang digunakan Komisi Fatwa MUI dalam mengeluarkan produk hukumnya (fatwa), kedua, Sejauh mana kontekstualisasi hukum Islam yang dihasilkan dalam bentuk fatwa menjadi sebuah “garansi” terciptanya mashlahah bagi masyarakat Indonesia, di mana realisasi mashlahah tersebut merupakan inti tujuan dari hukum (maqoshid al-Syariah) itu sendiri.

Article Details

How to Cite
Hasanudin, F. (2019). Ijtihad Maqashidi: Metodologi dan Kontekstualisasi Hukum Islam di Indonesia (Studi Fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia). Al-Mawarid Jurnal Syariah Dan Hukum (JSYH), 1(2), 134–153. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol1.iss2.art2

References

  1. Al-Amidi, al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, 1421 H, Riyad: Dar al-Shoma’i.
  2. Al-Bukhori, Muhammad bin Ismail. 1420 H. Shohih al-Bukhori. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
  3. Al-Fasi, 'Ilal. 1429 H. Maqoshid as-Syari'ah wa Makarimuha. Rabat: Muassasah 'Ilal al-Fasi.
  4. Al-Ghazali, Abu Hamid. 1413 H. Al-Mustashfa fi ‘ilmil Ushul. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
  5. Al-Jauziyyah, Ibnu al-Qoyyim. 2004 M. A'lam al-Muwaqqi'in 'an Robbi al-'alamin. Cairo: Daral-Hadits.
  6. Al-Khadimi, Nuruddin. 1429 H. Abhats fiMaqashid as-Syari'ah. Beirut: Muassasah Al-Ma'afif.
  7. —. 1431 H. al-Ijtihad al-Maqoshidi. Beirut: Dar Ibnu Hazm.
  8. Al-Qorofi, Syihabuddin. 1993 M. Syarh Tanqih al-Fushul. Cairo: Maktabah al-Kulliyah al-Azhariyyah.
  9. Al-Raisuni, Ahmad. 1430 H. Nadzoriyyah al-Maqoshid 'inda al-Syatibi. Rabat: Dar al-Aman.
  10. Al-Syatibi. n.d. Al-Muwafaqot fi Ushul al-Syari'ah. Beirut: Dar al-Ma'rifah.
  11. Al-Zarkasyi, Badaruddin. 1992 M. al-Bahr al-Muhith fi Ushul al-Fiqh. Kuwait: Dar al-Shofwah.
  12. Bin Beyah, Abdullah bin al-Syaikh. 2012 M. Shina'atu al-Fatwa wa Fiqh al-Aqolliyat. Rabat: Markaz al-Dirosat wa al-Abhats wa Ihya al-Turots al-Robithoh al-Muhammadiyyah.
  13. Grissa, Hichem. 2005 M. al-Istidlal wa atsaruhu fi al-khilaf al-Fiqhi. Beirut: Dar Ibnu Hazm.
  14. Harisudin, M.N. 2018. Fikih Nusantara: metodologi dan Kontribusinya pada Penguatan NKRI dan Pembangunan Sistem Hukum di Indonesia. IAIN Jember: Pidato pengukuhan Guru Besar.
  15. Muhammad Amin, Abdulrouf. 2013. Al-Ijtihad Ta-atsuruhu wa ta-tsiruhu fi fiqhai al-Maqoshid wa al-Waqi'. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah.
  16. MUI. 2011. Himpunan Fatwa MUI sejak tahun 1975. Jakarta: Erlangga.
  17. Mulyati, Mumung. Kontribusi MUI dalam Pengembangan dan Penerapan Hukum Islam di Indonesia, Jurnal Al-mashlahah (jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam).
  18. Pasaribu, Ilhamsyah dkk. 2018. Penerapan Maqashid syariah dalam fatwa-fatwa MUI Provinsi Sumatera Utara Tahun 2000-2010 (Sebuah Nalisa Sejarah Sosial Hukum Islam dan Penerapan Maqashid Syariah). Jurnal Analytica Islamica.

Most read articles by the same author(s)