OPTIMALISASI KECERDASAN SISWA DENGAN INTENSITAS PEMBINAAN OLIMPIADE MATEMATIKA

Achmad Fauzan

Abstract

Beragam cara yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan supaya mampu bersaing dengan bangsa lain, salah satunya dengan diadakan kompetisi atau yang lebih dikenal dengan istilah olimpiade. Kendati demikian, tidak setiap institusi pendidikan misalnya sekolah mampu untuk memulai atau rutin untuk memberikan pembinaan guna persiapan mengikuti olimpiade tersebut. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan pembinaan olimpiade dengan tujuan meningkatkan kompetensi siswa dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade dalam hal ini khususnya bidang matematika. Metode kegiatan ini menggunakan sistem pendampingan secara berkala.  Kegitan pembinaan dilaksanakan pada setiap hari kamis selama bulan Januari hingga April 2018 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) YAPI Pakem Kabupaten Sleman,  Yogyakarta. Setelah dilaksanakan pembinaan, dilakukan uji perbandingan menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perkembangan siswa serta klasterisasi K-Means guna melihat karakteristik dari siswa. Berdasarkan Uji Wilcoxon didapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah adanya pembinaan olimpiade matematika. Kendati demikian, nilai rata-rata tersebut masih dibawah target yang diharapkan oleh tim pengabdian yakni 65. Hal ini dimungkinkan karena berdasarkan analisis klaster, sebanyak hanya 27% siswa yang antusias dan fokus dalam mengikuti pembinaan sementara 73% siswa masih kurang fokus dalam pembinaan olimpiade. Selain itu juga pembinaan masih merupakan hal baru bagi siswa tersebut. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara kegiatan pembinaan ini merupakan kegiatan yang positif dan membantu pihak sekolah tidak hanya dari pihak murid namun juga pihak sekolah itu sendiri. Sebagai indikator minimal adalah membuka wawasan baru siswa terkait olimpiade matematika. Banyak hal yang masih perlu diperbaiki, hal ini menjadi evaluasi dan tantangan bahwasannya diperlukan waktu yang lebih lama dan pertemuan yang lebih intensif dalam proses pembinaan lebih kurang 1 hingga 1,5 tahun dengan pertemuan setiap pekan 1 hingga 2 pertemuan. Kegiatan ini dapat diusahakan oleh tim guru matematika sekolah tersebut yang nantinya masih tetap bisa berkomunikasi dengan tim peneliti.

Keywords

Pembinaan olimpiade, uji Wilcoxon, klasterisasi.

References

Anonim. 2018. Profil MTs YAPI Pakem. https://mtsyapipakem.wordpress.com/

Silabus Olimpiade Sains Nasional Tingkat Nasional Tahun 2015. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.

Prehantini,dkk. 2009. Dokumen Clustering Menggunakan Particle Swarm Optimization + K-Means. Telkom University.

Abdi, Herve. 2010. Coefficient of Variation. Program in Cognition and Neurosciences, MS: Gr.4.1, The University of Texas at Dallas, Richardson, TX 75083-0688, USA.

Gunawan, Imam. 2015. Uji Wilcoxon. (online: fip.um.ac.id/wp-content/ uploads/ 2015/12/7_Uji-Wilcoxon.pdf).

Anonim. 2018. Tabel Uji Wilcoxon.

http://www.ucl.ac.uk/ich/short-courses-events/about-stats-courses/stats-rm/Chapter_8_Content/wilcoxon_sign_rank_test.



Journal Contact

AJIE, Directorate of Research and Public Services Universitas Islam Indonesia (DPPM UII)

Jl. Kaliurang Km.14,4 Yogyakarta 55584, Indonesia

Telp/Faks. +62-274-898444 Ekstensi 2503

E-Mail: ajie.dppm@gmail.com

http://journal.uii.ac.id/index.php/ajie

e-ISSN: 2477- 0574

p-ISSN: 2477-3824

ISSN JIK : 2089-3086

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.