Main Article Content

Abstract

Education is a basic right of every child recognized in various international and national legal instruments, including the Convention on the Rights of the Child (KHA) and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Although the Indonesian government has adopted various policies to guarantee children's right to education, disparities in access to education remain a major challenge, especially for children from economically disadvantaged backgrounds and remote areas. The United Nations Children's Fund (UNICEF) plays an important role in supporting the fulfillment of children's right to education in Indonesia through various programs and cooperation with the government. This study aims to analyze the role of UNICEF in efforts to fulfill children's right to education in Indonesia, especially in the context of the role of international organizations as instruments according to Clive Archer's concept. The research method used is descriptive qualitative with a literature study approach and secondary data analysis. The results show that UNICEF plays a significant role in overcoming barriers to children's education through the implementation of innovative programs and strengthening cross-sector partnerships with various stakeholders. This research emphasizes the importance of the role of international organizations, such as UNICEF, in supporting the fulfilment of the right to education and promoting the nation's progress in a sustainable manner.

Keywords

Child education Children's right International organizations UNICEF

Article Details

How to Cite
Putri, M. S. S., Yuniarti, S., & Soelistijono, P. A. . (2025). The role of unicef in fulfilling children’s right to education in indonesia. Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 17(1), 43–55. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/39947

References

  1. Abduh, M., Basiru, A. A., Narayana, M. W., Safitri, N., & Fauzi, R. (2022). Potret Pendidikan di Daerah Terpencil Kampung Manceri Cigudeg Kabupaten Bogor. Jurnal Citizenship Virtues, 2(1), 291-300.
  2. Adioetomo, S. M., Posselt, H., & Utomo, A. (2014). UNFPA Indonesia Monograph Series: No. 2 Youth in Indonesia. UNFPA Indonesia Monograph Series.
  3. Archer, C. (2001). International Organization: Role and Function of Organizations (3 ed.). New York: Routledge.
  4. Ariyani, S. N. (2018). Tren Angka Putus Sekolah Pendidikan Sekolah Menengah Pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan, 7(4), 440-451.
  5. Ayman, A. (2021). Cooperation of the Government of the Central African Republic and UNICEF in Handling Cases of Recruitment of Child Soldiers in the Central African Republic. International Journal of Science and Society, 3(4), 64-71.
  6. Badan Pusat Statistik. (2024). Tingkat Penyelesaian Pendidikan Menurut Jenjang Pendidikan dan Kelompok Pengeluaran. Dipetik November 2024, dari Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTk4MyMy/tingkat-penyelesaian-pendidikan-menurut-jenjang-pendidikan-dan-kelompok-pengeluaran.html
  7. Diskominfo Bulukumba. (2023, Juni). Bulukumba Jadi Pilot Proyek Unicef Penanganan ATS dan Penguatan Remaja Perempuan Terintegrasi. Dipetik Desember 2024, dari https://bulukumbakab.go.id/rubrik/bulukumba-jadi-pilot-proyek-unicef-penanganan-ats-dan-penguatan-remaja-perempuan-terintegrasi
  8. Diskominfo Kabupaten Pati. (2024). 15 Kabupaten /Kota Mengikuti Bintek Penanganan ATS di Jateng. Dipetik Desember 2024, dari https://diskominfo.patikab.go.id/berita/detail/15-kabupaten-kota-mengikuti-bintek-penanganan-ats-di-jateng
  9. Diskominfo Mojokerto. (2023, Januari). Upayakan ATS Dapat Bersekolah Kembali, UNICEF Sosialisasikan Program Penanganan Anak Tidak Sekolah di Bumi Majapahit. Dipetik Desember 2024, dari https://mojokertokab.go.id/detail-berita/upayakan-ats-dapat-bersekolah-kembali-unicef-sosialisasikan-program-penanganan-anak-tidak-sekolah-di-bumi-majapahit
  10. Faizi, A. N. (2024). Peningkatan Kualitas Pendidikan Di Daerah Terpencil Melalui Pelatihan Guru Dan Penyediaan Sumber Belajar Di Desa Besar 2 Terjun. Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(4), 1-8.
  11. Hidayanti, R. (2023). Implementasi Program Penanganan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Magelang. Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan, 12(3), 52-65.
  12. Karini, P. (2018). Pengaruh Tingkat Kemiskinan Terhadap Angka Partisipasi Sekolah Usia 16—18 Tahun di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 10(1), 103-115.
  13. Madaniah, F., Mutakin, Nurjannah, S., Darpin, & Suryandari, M. (2023). Sebab Akibat Banyak Anak di Indonesia yang Putus Sekolah. Student Research Journal, 418-424.
  14. Mudji, D. A., & Caharamayang, A. L. (2017). Kontribusi UNICEF terhadap Upaya Menegakkan Perlindungan Anak di Indonesia. TRANSBORDERS: International Relations Journal, 1(1), 35-49.
  15. Pemerintah Desa Pohkecik Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. (2023). Dipetik Desember 2024, dari UNICEF Pilih Kabupaten Mojokerto sebagai Pilot Project Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah: https://pohkecik.desa.id/unicef-pilih-kabupaten-mojokerto-sebagai-pilot-project-pencegahan-dan-penanganan-anak-tidak-sekolah/#:~:text=UNICEF%20Pilih%20Kabupaten%20Mojokerto%20Sebagai%20Pilot%20Project%20Pencegahan%20Dan%20Penanganan%20Anak%20Tidak%20Sekol
  16. Pertiwi, S. W. (2020). Unicef: Banyak Anak Putus Sekolah karena Pandemi Covid-19. Dipetik Desember 2024, dari Media Indonesia: https://mediaindonesia.com/humaniora/371256/unicef-banyak-anak-putus-sekolah-karena-pandemi-covid-19
  17. PPID Kabupaten Maros. (2023, Mei). Rapat Koordinasi Penanganan Anak Tidak Sekolah. Dipetik Desember 2024, dari https://ppid.maroskab.go.id/page/berita/95/rapat-koordinasi-penanganan-anak-tidak-sekolah
  18. PPID Pemerintah Kabupaten Jember. (2023). Sosialisasi dan Persiapan Pendataan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Jember. Dipetik Desember 2024, dari https://ppid.jemberkab.go.id/index.php/berita-ppid/detail/sosialisasi-dan-persiapan-pendataan-anak-tidak-sekolah-di-kabupaten-jember#:~:text=Badan%20Perencanaan%20dan%20Pembangunan%20Daerah%20Kabupaten%20Jember,Jember%20yang%20dihadiri%20oleh%20Kepala%20O
  19. Putri, F. K., Amalia, I. K., & Hakim, M. L. (2022). Gerakan Remaja Hebat untuk Penanganan Anak Tidak Sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 71-81.
  20. Putri, R. A. (2024, Agustus). Pendidikan di Wilayah Terpencil: Tantangan Pemerintah dalam Pemerataan Pendidikan di Indonesia. Dipetik Desember 2024, dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia: https://setneg.go.id/baca/index/pendidikan_di_wilayah_terpencil_tantangan_pemerintah_dalam_pemerataan_pendidikan_di_indonesia_1
  21. Suyanto, D. B. (2017). Masalah Sosial Anak. Jakarta: Kencana.
  22. UNESCO. (2024, Juli 17). What you need to know about the right to education. Dipetik November 7, 2024, dari https://www.unesco.org/en/right-education/need-know?hub=70224
  23. UNICEF. (2019). Pendidikan dan Remaja. Dipetik Oktober 23, 2023, dari Unicef.org: https://www.unicef.org/indonesia/id/pendidikan-dan-remaja
  24. UNICEF. (2021, Agustus). Kemendikbudristek Bersama UNICEF Gelar Simposium Pembelajaran Digital yang Berkualitas Bagi Semua. Diambil kembali dari https://www.unicef.org/indonesia/id/siaran-pers/kemendikbudristek-bersama-unicef-gelar-simposium-pembelajaran-digital-yang-berkualitas
  25. UNICEF. (2023). #SetiapAnakBerhak. Dipetik November 2024, dari UNICEF: https://www.unicef.org/indonesia/id/setiap-anak-berhak