Main Article Content

Abstract

Penelitian ini membahas tiga jenis penalaran utama dalam tradisi Barat yakni deduktif, induktif, dan abduktif serta relevansi ketiganya dalam konteks ilmu pengetahuan, kehidupan sehari-hari, dan agama. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap berbagai literatur klasik dan kontemporer dalam bidang filsafat, logika, dan teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran deduktif berperan penting dalam pembentukan argumentasi logis, penalaran induktif dalam pengembangan teori berdasarkan pengalaman empiris, dan penalaran abduktif dalam merumuskan hipotesis awal terhadap fenomena yang tidak pasti. Ketiganya saling melengkapi dalam proses berpikir ilmiah, sosial, maupun spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap ketiga bentuk penalaran tersebut dapat memperkuat rasionalitas, memperkaya metode ilmiah, serta menumbuhkan respons keagamaan yang adaptif dan kontekstual.

Keywords

Penalaran Deduktif Penalaran Induktif Penalaran Abduktif Filsafat Barat Agama

Article Details

References

  1. Abror, R. H. (2020). The History and Contribution of Philosophy in Islamic Thought. Buletin Al-Turas, 26(2), 317–334.
  2. Abshar, M. U. (2021). Modernisasi Hukum Keluarga Islam (Studi Komparasi KHI). Yogyakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
  3. Abubakar, R. (2021). Pengantar Metodologi Penelitain. Yogyakarta: SUKA-Press.
  4. Aizid, R. (2024). Logika Keilmuan: Ilmu Silogisme dan Induksi untuk Membangun Argumen-argumen. Yogyakarta: IRCISOD.
  5. Aly, D. A., & Rahma, I. E. (2022). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
  6. Amir, J., & Budiharsono, A. (2023). Manifestasi Logika sebagai Dasar Manusia Bernalar. SOSCIED, 6(2), 638–644. https://doi.org/10.32531/jsoscied.v6i2.746
  7. Dardiri, A. (2017). Logika: Dasar dan Pengembangan Penalaran. Yogyakarta: Istana Publishing.
  8. Fadli, M. R. (2021). Hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan dan Relevansinya Di Era Revolusi Industri 4.0 (Society 5.0). Jurnal Filsafat, 31(1), 130–161. https://doi.org/10.22146/jf.42521
  9. Furqoni, M. R., & Subekti, F. E. (2022). Kemampuan Penalaran Abduktif Siswa Ditinjau dari Gaya Belajar. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 6(3), 2713–2724. https://doi.org/10.31004/cendekia.v6i3.1439
  10. Harahap, L. S. (2024). Analisis kemampuan pemecahan masalasah matematis siswa dalam menyelasaikan soal barisan dan deret berdasarkan perebedaan jenis kelamin di Kelas XI MAS Al-Thowifin Jabal Thoat Padang Lawas Utara (Undergraduate, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan). UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Retrieved from https://etd.uinsyahada.ac.id/10883/
  11. Hidayah, I. N., Sa’dijah, C., Subanji, & Sudirman. (2020). Characteristics of Students’ Abductive Reasoning in Solving Algebra Problems. Journal on Mathematics Education, 11(3), 347–362.
  12. Husnullail, M., Syukri, A., Maryani, Asbui, & Pulungan, D. A. S. (2024). Diskursus Logika dan Penalaran dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Genta Mulia, 15(2), 239–250.
  13. Iqbal, A. M. (2022). Kajian Kritis terhadap Epistimologi Ilmu: Teori Pengetahuan dan Metode Ilmiah. HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 1–11. https://doi.org/10.55403/hikmah.v11i1.312
  14. Ishak, S. (2023). Logika dan Penalaran Dalam Ilmu Hukum dan Ilmu Hukum Islam. Jurnal Al-Mizan, 10(1), 13–26. https://doi.org/10.54621/jiam.v10i1.581
  15. Keraf, S. A. (2001). Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta: Kanisius.
  16. Kurnianti, A., & Arif, A. (2024). Penerapan Model Pembelajaran Induktif dengan Menggunakan Pendekatan Analogi dapat Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa kelas VII SMP Madani Makassar. Biology and Education Journal, 4(2), 80–87. https://doi.org/10.25299/baej.2024.17138
  17. Latif, M. (2014). Orientasi ke Arah Pemahaman Filsafat Ilmu. Jakarta: Prenadamedia Group.
  18. Magnani, L. (2007). Abduction and chance discovery in science. International Journal of Knowledge-Based and Intelligent Engineering Systems, 11(5), 273–279. https://doi.org/10.3233/KES-2007-11503
  19. Maryani, M., Siregar, I., Syukriss, A., & Munte, R. S. (2024). Kontruksi Epistemologi Ilmu Pengetahuan. Jurnal Genta Mulia, 15(2), 211–223.
  20. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Third edition). Thousand Oaks, Califorinia: SAGE Publications, Inc.
  21. Minnah, A. T., & Sudirman. (2024). Metode dan Sumber Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Jurnal Tawadhu, 8(2), 185–193. https://doi.org/10.52802/twd.v8i2.1304
  22. Mun’im, A. (2009). Al-Qawaid Al-Fiqhiyyah Proses Penalaran Induktif dalam Kajian Hukum Islam. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 43(2). https://doi.org/10.14421/ajish.v43i2.100
  23. Ningsih, E. F. (2022). Membangun empati di era eksponensial melalui norma sosiomatematika. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 10(1), 62–74. https://doi.org/10.21831/jppfa.v10i1.29357
  24. Osman, S., Mohammad, S., Abu, M. S., Mokhtar, M., Ahmad, J., Ismail, N., & Jambari, H. (2018). Inductive, Deductive and Abductive Approaches in Generating New Ideas: A Modified Grounded Theory Study. Advanced Science Letters, 24(4), 2378–2381. https://doi.org/10.1166/asl.2018.10958
  25. Parida, P., Syukri, A., Badarussyamsi, B., & Rizki, A. F. (2021). Kontruksi Epistimologi Ilmu Pengetahuan. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(3), 273–286. https://doi.org/10.23887/jfi.v4i3.35503
  26. Prayogi, A. (2021). Pendekatan Kualitatif dalam Ilmu Sejarah: Sebuah Telaah Konseptual. Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 5(2), 240–254. https://doi.org/10.15575/hm.v5i2.15050
  27. Rachmat, A. (2011). Filsafat Ilmu Lanjutan. Jakarta: Kencana.
  28. Ramadoan, N. (2018). Strategi berpikir hipotetikal deduktif dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran fisika. Seminar Nasional Quantum, 351–357.
  29. Ridwan, M., AM, S., Ulum, B., & Muhammad, F. (2021). Pentingnya Penerapan Literature Review pada Penelitian Ilmiah. Jurnal Masohi, 2(1), 42–51.
  30. Salsabila, A. R., Ramadhani, C., & Faizin, M. (2025). Berpikir Induktif sebagai Dasar Kompetensi Sikap Kritis Bagi Peserta Didik Generasi Millenial Abad 21. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(1), 264–276. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i1.4465
  31. Saputra, E., & Zulmaulida, R. (2021). Analisis Kemampuan Penalaran Deduktif Siswa pada Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Suska Journal of Mathematics Education, 7(2), 113–122. https://doi.org/10.24014/sjme.v7i2.14788
  32. Simanjuntak, J. M. (2022). Filsafat Ilmu dan Penalaran Teologis. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  33. Sinta Dewi, N. R. (2021). Konsep Ketuhanan dalam Kajian Filsafat. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(2), 146. https://doi.org/10.22373/arj.v1i2.10728
  34. Siregar, M., Zahra, D. N., & Bujuri, D. A. (2020). Integrasi Materi Pendidikan Agama Islam dalam Ilmu-Ilmu Rasional Di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 183–201. https://doi.org/10.24042/atjpi.v10i2.4847
  35. Sobur, K. (2015). Logika dan Penalaran dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan. Tajdid, 14(2), 387–414.
  36. Soemargono, S. (2003). Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana.
  37. Sovia, S. N., & Hermanto, R. D. (2024). Konsep, Batasan dan Implementasi Penalaran Istislahi dalam Penerapan Hukum Keluarga Islam di Indonesia. El-Faqih : Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 10(2), 529–548. https://doi.org/10.58401/faqih.v10i2.1359
  38. Suharto, T. (2014). Filsafat Pendidikan Islam (Menguatkan Epistemologi Islam dalam Pendidikan). Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
  39. Supardi, A., Gumilar, A., & Abdurohman, R. (2022). Pembelajaran Nahwu dengan Metode Deduktif dan Induktif. Al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman Dan Pendidikan, 3(1), 23–32. https://doi.org/10.62285/alurwatulwutsqo.v3i1.43
  40. Suriasumantri, J. S. (1998). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  41. Tarigan, R. (2021). Perkembangan Matematika dalam Filsafat dan Aliran Formalisme Yang Terkandung dalam Filsafat Matematika. Sepren, 2(2), 17–22. https://doi.org/10.36655/sepren.v2i2.508
  42. Uswatiyah, W., Aminah, S., Sauri, S., & Fatkhulah, F. K. (2021). Analisis Logika, Riset, Kebenaran Dalam Pendidikan di Indonesia. Jurnal Dirosah Islamiyah, 3(1), 41–62. https://doi.org/10.47467/jdi.v3i1.300
  43. Wanti, N., Juariah, J., Farlina, E., Kariadinata, R., & Sugilar, H. (2017). Pembelajaran Induktif Pada Kemampuan Penalaran Matematis dan Self-Regulated Learning Siswa. Jurnal Analisa, 3(1), 56–69. https://doi.org/10.15575/ja.v3i1.1497
  44. Zahroh, A., Sadieda, L. U., & Lailiyah, S. (2025). Proses Penalaran Abduktif Dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar. Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika), 8(2), 158–167. https://doi.org/10.37150/jp.v8i2.3247