Main Article Content

Abstract

Tanaman biofarmaka adalah tanaman yang digunakan sebagai bahan dasar untuk obat-obatan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya. Tanaman ini menghasilkan simplisia, yaitu bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun, biasanya berupa bagian tanaman seperti akar, daun, batang, atau eksudat tanaman (zat yang keluar dari tanaman). Jenis-jenis tanaman biofarmaka antara lain jahe, laos/lengkuas, kencur, kunyit, lempuyangan, temulawak, temuireng, kapulaga, mengkudu/pace, makota dewa, kejibeling, sambiroto, dan lidah buaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah cluster dengan menggunakan metode elbow dan silhouette, dengan menggunakan algoritma k-means untuk analisis clusternya, dari data luas lahan panen tanaman biofarmaka tahun 2022 dari BPS. dari hasil analisis diperoleh untuk metode elbow optimal dengan 3 cluster sedankan untuk metode silhouette optimal dengan 2 cluster. Untuk hasil dari metode elbow pada cluster pertama terdiri dari 31 provinsi dan untuk anggota cluster kedua yaitu Jawa Timur, dan untuk anggota cluster ke tiga yaitu Jawa barat dan Jawa Tengah. Dan untuk hasil metode silhouette pada cluster pertama terdiri dari 31 provinsi dan untuk anggota cluster kedua terdapat 3 provinsi.

Keywords

biofarmaka clustering elbow silhouette k-means

Article Details