Refleksi Kritis atas Degradasi Autentisitas Masyarakat Media

Fajar Bayu Aji, Naupal Asnawi Tohir

Abstract

Abstract. The aim of this research is to show that the development of social media in the midst of people's lives cannot be separated from the role of capitalism as an economic global system. Social media, which from the beginning are expected to enable people to access, create, and distribute content without space and time limit. With all the convenience that are presented, social media are   actually faced with spectacle problems. Nowadays through social media, capitalism reads  the desires of the market and offer it’s products that are claimed to lead one to an ideal life, even though it is only fake news. By using the the critical reflection method and knowledge by acquaintance and description method, the researchers analyze the connection between capitalism, social media, and the degradation of authenticity.

 

Keywords: capitalism, social media, spectacle, authenticity

 

Abstrak. Tujuan dari riset ini adalah untuk menunjukkan bahwa perkembangan media sosial di tengah kehidupan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari peran kapitalisme sebagai sebuah system ekonomi global. Media sosial  sedari awal diharapkan dapat membuat masyarakat dapat mengakses, menciptakan, dan menyebarkan konten tanpa batas ruang dan waktu. Dengan segala kemudahan yang dihadirkan oleh media social, ia dihadapkan pada permasalahan spectacle. Sekarang lewat media sosial, kapitalisme membaca keinginan pasar dan menawarkan produk-produk yang diklaim dapat mengantarkan seseorang pada kehidupan yang ideal, padahal itu hanyalah berita palsu. Dengan menggunakan metode refleksi kritis dan metode pengetahuan melalui pengenalan dan deskripsi, peneliti menganalisis adanya keterhubungan antara kapitalisme, media social, dan degradasi autentisitas.  

Kata kunci: kapitalisme, media social,  spectacle, otentisitas

Full Text:

PDF

References

Adian, D. G. (2011). Setelah Marxisme: Sejumlah Teori Ideologi Kontemporer. Depok: Penerbit Koekoesan.

American Society of Plastic Surgeons.

(2016). New Statistics Reflect the Changing Face of Plastic Surgery. Diambil kembali dari American Society of Plastic Surgeons.

Bagini, J., & Fosl, P. S. (2010). The

Philosopher’s Toolkit: A

Compendium of Philosophical Concepts and Methods. West Sussex: Wiley-Blackwell.

Best, S., & Kellner, D. (1999). Debord,

Cybersituations, and the

Interactive Spectacle. Substance, Vol. 18, No. 3, Issue 90: Special Issue: Guy Debord, 129-156.

Briziarelli, M., & Armano, E. (2017).

Introduction: From the Notion of Spectacle to Spectacle 2.0. Dalam

M. Briziarelli, & E. Armano, The Spectacle 2.0: Reading Debord in the Context of Digital Capitalism (hal. 15-47). London: University of Westminster Press.

City, N. (Sutradara). (2017). Jen Selter &

Instagram's Most Popular Body Part Models: How To Get Real Followers for Fake Fitness! [Gambar Hidup].

Debord, G. (1990). Comments on the Society of the Spectacle. London: Verso.

Debord, G. (2004). The Society of The Spectacle. London: Rebel Press.

Hawkes, D. (2003). Ideology (Second Edition). New York: Routledge.

Hess, A. (2018). The Existential Void of the Pop-Up 'Experience'. Diambil kembali dari The New York Times: https://www.nytimes.com/2018/0 9/26/arts/color-factory-museumof-ice-cream-rose-mansion-

rooms-candytopia.html

Miller, D. (2016). What is Social Media?

Dalam D. Miller, E. Costa, N.

Haynes, T. McDonald, R.

Nicolescu, J. Sinanan, . . . X. Wang,

How the World Change Social Media (hal. 1-8). London: UCL Press.

Norval, A. (2012). “Don’t Talk Back!” –

The Subjective Conditions of Critical Public Debate. Sage Jornal, vol.40, no.6.

Urban Dictionary. (2011). Hypebeast. Diambil kembali dari Urban Dictionary:

https://www.urbandictionary.com

/define.php?term=hype%20beast

Walton, A. G. (2018). New Studies Show

Just How Bad Social Media is for Mental Health. . Diambil kembali dari Forbes:

https://www.forbes.com/sites/alic egwalton/2018/11/16/newresearch-shows-just-how-badsocial-media-can-be-for-mentalhealth.

Xemandros, W. S. (2010). Hiperrealitas dalam Iklan Menurut Pemikiran Jean Baudrillard. Depok: Universitas Indonesia.



Copyright (c) 2020 Jurnal Komunikasi

Lisensi Creative Commons
Jurnal Komunikasi oleh Program Studi Ilmu komunikasi Universitas Islam Indonesia disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://journal.uii.ac.id/index.php/jurnal-komunikasi.