Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi capture value dan inovasi model bisnis pada UMKM di Yogyakarta serta dampaknya terhadap jangkauan pasar, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan laba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif berbasis grounded theory. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terhadap enam pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor usaha. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menginterpretasikan temuan empiris yang berkaitan dengan implementasi teknologi, adaptasi gaya hidup, dan keberlanjutan dalam model bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi capture value yang terintegrasi dengan inovasi model bisnis memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM. Pemanfaatan teknologi digital seperti e-commerce platform dan media sosial, adaptasi terhadap tren gaya hidup konsumen, serta penyediaan produk yang berkelanjutan terbukti mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan mendorong pertumbuhan laba secara signifikan. Selain itu, keterlibatan aktor eksternal seperti broker dan digital platform memperkuat ekosistem bisnis UMKM dalam menciptakan dan menangkap nilai. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan nilai, tetapi juga oleh kemampuan mengelola dan mengoptimalkan value capture secara strategis. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelaku usaha dan pemerintah dalam merumuskan strategi pengembangan UMKM berbasis inovasi dan keberlanjutan.

Keywords

capture value inovasi model bisnis UMKM teknologi digital keberlanjutan

Article Details

How to Cite
Failasufa, M. I. F. (2026). Strategi Capture Value dan Inovasi Bisnis Model UMKM di Yogyakarta. Selekta Manajemen: Jurnal Mahasiswa Bisnis & Manajemen, 3(3), 233–240. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/selma/article/view/36106

References

  1. Andreassen, T.W. et al. (2018) “Business model innovation and value-creation: the triadic way,” Journal of Service Management, 29(5), hal. 883–906. Tersedia pada: https://doi.org/10.1108/JOSM-05-2018-0125.
  2. Call, M.L., Jiang, K. dan Idso, C. (2026) “Star Advantage: Employee Value Creation and Capture in the Age of Artificial Intelligence,” Human Resource Management, 65(1), hal. 151–167. Tersedia pada: https://doi.org/10.1002/hrm.70023.
  3. Chesbrough, H., Lettl, C. dan Ritter, T. (2018) “Value Creation and Value Capture in Open Innovation,” Journal of Product Innovation Management, 35(6), hal. 930–938. Tersedia pada: https://doi.org/10.1111/jpim.12471.
  4. Colombo, M.G. et al. (2023) “Open innovation, value creation and value capture : an introduction,” Journal of Industrial and Business Economics, 50(4), hal. 731–742. Tersedia pada: https://doi.org/10.1007/s40812-023-00285-x.
  5. Gans, J. dan Ryall, M.D. (2017) “Value capture theory: A strategic management review,” Strategic Management Journal, 38(1), hal. 17–41. Tersedia pada: https://doi.org/https://doi.org/10.1002/smj.2592.
  6. Garbarino, E. dan Johnson, M.S. (1999) “The Different Roles of Satisfaction, Trust, and Commitment in Customer Relationships,” Journal of Marketing, 63(2), hal. 70–87. Tersedia pada: https://doi.org/10.1177/002224299906300205.
  7. Gloet, M. dan Samson, D. (2016) “Knowledge and Innovation Management: Developing Dynamic Capabilities to Capture Value from Innovation,” in 2016 49th Hawaii International Conference on System Sciences (HICSS). Koloa, HI, USA: IEEE, hal. 4282–4291. Tersedia pada: https://doi.org/10.1109/HICSS.2016.531.
  8. Ibarra, D., Ganzarain, J. dan Igartua, J.I. (2018) “Business model innovation through Industry 4.0: A review,” in Procedia Manufacturing. Elsevier B.V., hal. 4–10. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.promfg.2018.03.002.
  9. James, Sharon D, Leiblein, Michael J dan Lu, Shaohua (2013) “How Firms Capture Value From Their Innovations,” Journal of Management, 39(5), hal. 1123–1155. Tersedia pada: https://doi.org/10.1177/0149206313488211.
  10. Maulat, J. dan Aveline-Dubach, N. (2026) “Shifting land value capture instruments for the Grand Paris Express metro: Metropolitan governance, local trade-offs and urban outcomes,” Land Use Policy, 161, hal. 107854. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2025.107854.
  11. Ramdani, B., Binsaif, A. dan Boukrami, E. (2019) “Business model innovation: a review and research agenda,” New England Journal of Entrepreneurship, 22(2), hal. 89–108. Tersedia pada: https://doi.org/10.1108/NEJE-06-2019-0030.
  12. Sánchez, P. dan Ricart, J.E. (2010) “Business model innovation and sources of value creation in low-income markets,” European Management Review, 7(3), hal. 138–154. Tersedia pada: https://doi.org/10.1057/emr.2010.16.
  13. Sjödin, D. et al. (2020) “Value Creation and Value Capture Alignment in Business Model Innovation: A Process View on Outcome-Based Business Models,” Journal of Product Innovation Management, 37(2), hal. 158–183. Tersedia pada: https://doi.org/10.1111/jpim.12516.
  14. Sugiyono (2022) Metode Penelitian Bisnis, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.