Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived usefulness dan perceived ease of use terhadap behavioral intention to use mobile banking QRIS pada mahasiswa Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan target minimal 110 responden yang merupakan mahasiswa aktif pengguna mobile banking QRIS. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode structural equation modeling–partial least squares (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived usefulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap behavioral intention to use, sedangkan perceived ease of use tidak berpengaruh signifikan terhadap behavioral intention to use. Temuan ini mengindikasikan bahwa manfaat yang dirasakan, seperti efisiensi waktu dan kemudahan bertransaksi, menjadi faktor utama yang mendorong minat mahasiswa menggunakan mobile banking QRIS. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup responden yang hanya mencakup satu perguruan tinggi. Implikasi manajerial penelitian ini adalah perlunya peningkatan manfaat fungsional dan nilai tambah layanan QRIS oleh pihak perbankan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan responden serta menambahkan variabel lain seperti kepercayaan, risiko, dan keamanan untuk memperoleh model yang lebih komprehensif.

Keywords

perceived usefulness perceived ease of use behavioral intention to use mobile banking QRIS technology acceptance model (TAM)

Article Details

How to Cite
Leki, A., Pora, A., & Papa, I. A. (2026). Pengaruh Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) terhadap Minat Penggunaan Mobile Banking QRIS . Selekta Manajemen: Jurnal Mahasiswa Bisnis & Manajemen, 3(4), 21–34. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/selma/article/view/50191

References

  1. Andni, R. dan Sattar (2025) “Optimalisasi Layanan dan Keamanan: Studi Atas Implementasi Mobile Banking di Era Digital,” Journal of Trends Economics and Accounting Research, 6(1), hal. 20–31. Tersedia pada: https://journal.fkpt.org/index.php/jtear/article/view/2078.
  2. Davis, F.D. (1989) “Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information Technology,” MIS Quarterly, 13(3), hal. 319–340. Tersedia pada: https://doi.org/10.2307/249008.
  3. Davis, F.D., Bagozzi, R.P. dan Warshaw, P.R. (1989) “User Acceptance of Computer Technology: A Comparison of Two Theoretical Models,” Management Science, 35(8), hal. 982–1003. Tersedia pada: https://doi.org/10.1287/mnsc.35.8.982.
  4. Hair Jr, Joseph F. et al. (2021) A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). 3 ed. Thousand Oaks: SAGE Publications, Inc. Tersedia pada: https://uk.sagepub.com/en-gb/eur/a-primer-on-partial-least-squares-structural-equation-modeling-pls-sem/book270548.
  5. Hair Jr, Joseph F et al. (2021) Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) Using R: A Workbook. 1 ed. Springer Cham.
  6. Mawaddah, S., Cahyani, G.A. dan Usman, O. (2025) “The Influence of Perceived Ease of Use and Perceived Usefulness on Behavioral Intention to Use E-Wallets with Trust as a Mediating Variable: Survey on Faculty of Economics and Business Universitas Negeri Jakarta Students,” International Conference on Digital Business Innovation and Technology Management (ICONBIT), 1(2), hal. 360–372. Tersedia pada: https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/iconbit/article/view/5143.
  7. Mawardi, A.I. dan Sholihah, D.D. (2021) “Gambaran Technology Acceptance Model Mahasiswa Pada Financial Technology (E-Wallet),” Jurnal MEBIS (Manajemen dan Bisnis), 6(1), hal. 100–106. Tersedia pada: https://www.semanticscholar.org/paper/GAMBARAN-TECHNOLOGY-ACCEPTANCE-MODEL-MAHASISWA-PADA-Mawardi-Sholihah/9e3706af39e214cd18f3f15fb7041b5989553e0e.
  8. Nainggolan, E.G.M., Silalahi, B.T.F. dan Sinaga, E.M. (2022) “Analisis Kepuasan Gen Z Dalam Menggunakan QRIS Di Kota Pematangsiantar,” Manajemen : Jurnal Ekonomi, 4(1), hal. 24–32. Tersedia pada: https://jurnal.usi.ac.id/index.php/JEUSI/article/view/168.
  9. Nursiah, N., Ferils, M. dan Kamarudin, J. (2022) “Analisis minat menggunakan mobile banking,” Akuntabel : Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 19(1), hal. 91–100. Tersedia pada: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3275519.
  10. Pramudita, Z.A., Shiddiq, M.H.A. dan Shadriyah, S. (2025) “Determinan Faktor Penggunaan QRIS pada BSI Mobile,” Jurnal Mahasiswa Manajemen Dan Akuntansi, 4(2), hal. 493–507. Tersedia pada: https://jurnaluniv45sby.ac.id/index.php/JUMMA45/article/view/5109.
  11. Prasetya, H. dan Putra, S.E. (2020) “Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan, Manfaat Dan Risiko Terhadap Minat Menggunakan Uang Elektronik Di Surabaya,” Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis, 17(2), hal. 151–158. Tersedia pada: https://doi.org/10.34001/jdeb.v17i2.1340.
  12. Putri, J.A. (2024) PENGARUH TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL ( TAM ) TERHADAP MINAT PENGGUNAAN QRIS DENGAN PRESEPSI RISIKO SEBAGAI INTERVENING VARIABEL. IAIN Ponorogo. Tersedia pada: https://etheses.iainponorogo.ac.id/27300/.
  13. Safari, A. dan Riyanti, A. (2023) “ANALISIS TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) TERHADAP MINAT PENGGUNAAN MOBILE BANKING,” JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA, 8(1), hal. 1–9. Tersedia pada: https://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jie/article/view/10490.
  14. Santoso, L. (2025) “Evaluating Digital Readiness for Adopting Mobile-Based Public Service Information Systems in Rural Areas,” Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika, 5(2), hal. 108–127. Tersedia pada: https://journal.stiestekom.ac.id/index.php/TEKNIK/article/view/978.
  15. Shalihin, R., Mustaqilla, S. dan Sholihin, R. (2025) “SISTEM PEMBAYARAN DIGITAL QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD ( QRIS ) DALAM TRANSAKSI DIGITAL MENURUT HUKUM EKONOMI ISLAM : Studi Pada Pelaku Usaha di Banda Aceh,” 6(2), hal. 474–496.
  16. Silva, P. (2015) “Davis’ Technology Acceptance Model (TAM) (1989),” in M.N. Al-Suqri dan A.S. Al-Aufi (ed.) Information Seeking Behavior and Technology Adoption: Theories and Trends. IGI Global Scientific Publishing, hal. 205–219. Tersedia pada: 10.4018/978-1-4666-8156-9.ch013.
  17. Sugianto, S. dan Tantra, G.A. (2025) “Pengaruh Perceived Usefulness dan Perceived Ease Of Use terhadap Decision to Use Ewallet dengan Variabel Mediasi Intention to Use,” Maeswara: Jurnal Riset Ilmu Manajemen Dan Kewirausahaan, 3(6), hal. 156–172. Tersedia pada: https://journal.arimbi.or.id/index.php/Maeswara/article/view/2448.
  18. Triananda, A. dan Handayani, N. (2023) “DETERMINAN PENGGUNAAN SOFTWARE DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM): STUDI EMPIRIS PADA MAHASISWA S1 AKUNTANSI STIESIA,” Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 12(8), hal. 156–172. Tersedia pada: https://journal.arimbi.or.id/index.php/Maeswara/article/view/2448.
  19. Tyas, E.I. dan Darma, E.S. (2017) “Pengaruh Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Perceived Enjoyment, dan Actual Usage Terhadap Penerimaan Teknologi Informasi: Studi Empiris Pada Karyawan Bagian Akuntansi dan Keuangan Baitul Maal Wa Tamwil Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” Reviu Akuntansi Dan Bisnis Indonesia, 1(1), hal. 25–35. Tersedia pada: https://journal.umy.ac.id/index.php/rab/article/view/7658.
  20. Venkatesh, V. dan Davis, F.D. (2000) “Theoretical extension of the Technology Acceptance Model: Four longitudinal field studies,” Management Science, 46(2), hal. 169–332. Tersedia pada: https://doi.org/10.1287/mnsc.46.2.186.11926.