Fakultas Ekonomi Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016: perspektif kesiapan sumber daya manusia

Sri Rejeki

Abstract

MEA merupakan pasar tunggal yang memungkinkan satu negara menjual barang atau jasa dengan mudah ke negara-negara di Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat. Bisa dibilang juga bahwa setiap orang dari berbagai negara akan dengan mudah keluar masuk mencari pekerjaan. Tentu mereka memiliki kompetensi yang mumpuni di bidangnya. Insinyur, arsitek, tenaga pariwisata, akuntan, dokter gigi, tenaga survei, praktisi medis, perawat kesehatan merupakan profesi yang akan terkena dampak kebijakan pasar bebas yang tertuang dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA). Profesi-profesi ini telah memiliki standar dan kompetensi yang diperlukan di kancah ASEAN (Adityo,2014). Karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia sebagai agen perubahan untuk majunya sebuah perguruan tinggi perlu meningkatkan daya saingnya, karena era globalisasi menuntut tingkat intelektualitas karyawan yang tinggi. Oleh karena itu pelaksanaan MEA akan muncul perubahan yang semakin cepat, maka uji kompetensi secara mandiri dan berkelnjutan bagi karyawan menjadi keharusan dan tidak dapat ditolak. “titik awal keberhasilan, dimulai dari mimpi besarâ€. Istilah dari mimpi inilah dapat sebagai motivasi dan dapat menciptakan perubahan hidup untuk memulai perjuangan dengan etos kerja yang luar biasa. Merry Riana, penulis buku best seller “Mimpi Sejuta Dollar†yang menjadi motivator sekaligus pengusaha sukses, memberikan 3 (tiga) prinsip untuk memaksimalkan kesuksesan. Prinsip tersebut adalah partisipasi, pikiran terbuka, dan aksi. Jika diterapkan untuk karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, partisipasi berarti setiap karyawan harus proaktif mengambil bagian untuk siap menghadapi MEA, sehingga tidak hanya sebagai komentator atau penonton rekan karyawan lain yang mungkin lebih hebat. Karyawan fakultas ekomomi hendaknya senantiasa berpartisipasi aktif dalam kegiatan kekaryawanan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia maupun mampu berkiprah secara nyata untuk memajukan Universitas Islam Indonesia agar bermanfaat di tengah-tengah masyarakat (rahmatan lil’alamin). Pikiran terbuka diartikan sebagai membuka pikiran kita terhadap kemungkinan bahwa “sesuatu†itu bisa benar atau salah. Hal ini diperjelas bahwa era MEA justru dapat menyadarkan karyawan fakultas ekonomi untuk berpikir luas sehingga memunculkan hasrat untuk memperbaiki diri maupun mengembangkan diri, berbenah dan bersaing positif. Intinya dengan pikiran yang terbuka akan menstimulus munculnya gagasan baru yang akan membantu karyawan fakultas untuk berfikir lebih rasional tentunya dengan melihat berbagai aspek dari kondisi lingkungan yang ada.

Keywords

sumberdaya manusia; MEA: peningkatan kinerja

Full Text:

PDF

References

Baskoro, Arya. (2014). Peluang, Tantangan, dan Resiko Bagi Indonesia dengan Adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jakarta

Adityo, Putri Nadia. (2014). Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Makalah Ekonomi Internasional. Serang.

MEA 2015 Harus Menjadi Peluang. Suara Merdeka, 25 Agustus 2014, hal. 9, kol. 2-4

Badan Pusat Statistik. (2016). Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi, Edisi 57, Februari. Bersiap Menyongsong MEA. (2014). SWA 21, XXX, 9-19 Oktober, hal. 4.

Riana, Merry (2006). Mimpi Sejuta Dollar. Jakarta

Article Metrics

Abstract view : 37 times
PDF - 31 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.