Main Article Content

Abstract

The purpose of this study was to determine the pattern of character education in the learning community at Islamic boarding schools in improving the oral skills of students. The type of research used is descriptive qualitative. The method of data collection and data processing uses literature studies and qualitative analysis, researchers look for data collections from scientific articles in various journals and then analyze them. The results of the study show that learning communities in Indonesia generally use a religious education model to create students' characters who are ready to use, especially in speaking in a pluralistic society, both in terms of language, culture, and religion. Therefore, this learning community is needed to realize a character, religious, and nationalist education. Because with the existence of a learning community, students can find their identity and ability to express themselves
better.

Keywords

Learning Community; Character Education; Speaking Skills

Article Details

References

  1. Adnan, I., & Iskandar, D. (2020). Studi Netnografi Belajar membuat Podcast pada Komunitas The Podcasters di Media Social Discord. Jurnal Syntax Transformation, 1(8), 619–623, ISSN : 2721-2769.
  2. Apriliani, W., & Yusuf, A. (2015). Kebiasaan Belajar Anak Jalanan Kawasan Simpang Lima Kota Semarang Binaan Komunitas Satoe Atap. Journal of Non Formal Education and Community Empowerment, 4(1), 63–70, ISSN 2252-6331.
  3. Danaryanti, A. (2019). Bimbingan Mengembangkan Komunitas Belajar (Learning Community) Melalui Lesson Study Berbasis Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 73–78.
  4. Erawati, N. K. (2012). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Hasil Belajar Asuhan Kebidanan Komunitas Ditinjau dari Kecerdasan Emosional. JURNAL LAMPUHYANG, 3(1), 16–31, ISSN: 2087-0760.
  5. Falakhul Auliya, & T. S. (2016). Strategi Pembelajaran yang dapat Mengembangkan Kemandirian Belajar di Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment, 5(1), 9–15, ISSN 2252-6331.
  6. Fatimah, N., & Rahmawati, R. T. (2015). Komunitas Belajar “Qaryah Thayyibah” dalam Perspektif Pendidikan Pembebasan Paulo Freire. Jurnal Forum Ilmu Sosial, 42(2), 222–234.
  7. Fernandez, M. (2018). Pendampingan Belajar Matematika dan Pemanfaatan Alat Peraga di Komunitas Anak Makanan Babi Kolhua. Jurnal Abdimas Musi Charitas, 2(2), 17–23.
  8. Hanjarwati, A., Jahidin, A., & Solehah, S. (2017). Model Pendidikan Karakter Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah. Jurnal IJER, 2(1), 1–10, ISSN 2541-2132.
  9. Hazmi, N. (2019). Tugas Guru dalam Proses Pembelajaran. JOEAI (Journal of Education and Instruction), 2(1), 56–65, ISSN : 2620-7346. https://doi.org/10.31539/joeai.v2i1.734
  10. Kurnianingtyas, A. P. (2013). Integrasi dan Pengelolaan Kebun Komunitas dalam Pembangunan Kota : Belajar dari Kebun Komunitas di Nantes , Perancis. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 9(4), 368–380.
  11. Kustriyanti, S. (2018). Memahami Perilaku Partisipasi Anggota Komunitas Virtual pada Grup Belajar di Facebook dalam Perspektif Usability. Jurnal MNEMONIC, 1(1), 38–42.
  12. Laraswati, M. M., Maryam, S., & Sadjijo, P. (2020). Pengaruh Program Belajar Radio “ Free Radio Class ” terhadap Persepsi Khalayak dan Kemampuan Berbicara di Depan Umum (Survei Pada Peserta Di Komunitas Belajar Radio). Ekspresi Dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi, 70–75, ISSN: 2656-050X.
  13. Muntoharoh, K., & Sugiarto, E. (2020). Ekspresi Kreatif Seni Lukis Anak-Anak pada Komunitas Taman Belajar Sobat Kecil Semarang. Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni, 9(2), 50–59, ISSN 2252-6625.
  14. Nadia, R. P., & Delliana, S. (2020). Peran Komunikasi antara Guru dan Murid dalam Membangun Minat Belajar di Komunitas Jendela Jakarta. Jurnal Komunikasi, 14(1), 83–94, ISSN 1978-4597. https://doi.org/10.21107/ilkom.v14i1.7019
  15. Ningsih, N. M. (2018). Komunitas Belajar Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Melalui Kegiatan Lesson Study. Jurnal Elsa, 16(1), 148–159.
  16. Nugraha, Y., & Firmansyah, Y. (2019). Karakter Toleransi Beragama dalam Sudut Pandang Generasi Milenial. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 4(2), 69–76. https://doi.org/10.21067/jmk
  17. Nurfatimah, S. N., & Sari, M. M. K. (2019). Partisipasi Komunitas Rumah Belajar Pandawa dalam Memberikan Bimbingan Perilaku Prososial pada Anak Jalanan di Surabaya. Jurnal Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 07(02), 691–705.
  18. Pamungkas, D., & Sumbono, A. (2018). Hubungan Motivasi dan Hasil Belajar berdasarkan Keikutsertaan pada Komunitas Belajar Mandiri Mahasiswa. JOURNAL OF SONGKE MATH, 1(1), 1–11.
  19. Putra, H. R. (2018). Persepsi Guru terhadap Peran Sekolah sebagai Komunitas Belajar Profesional dalam Perspektif Guru Sekolah Menengah Atas Negeri di Wilayah Jakarta Pusat. Jurnal Improvement, 5(1), 1–10, ISSN: 2597-8039.
  20. Rahmatina, D. (2018). Pengaruh Menonton Siaran Langsung Saluran Bts di Aplikasi V Live terhadap Motivasi Belajar Bahasa Korea pada Komunitas Bts Fanbase Indonesia. Jurnal JOM FISIP, 5(2), 1–14.
  21. Rahmi, U., Bentri, A., & Azrul, A. (2019). Pelatihan Wirausaha Digital dengan Sistem Blended Learning pada Komunitas Belajar Daron Labs di Kota Padang. Jurnal Terapan Abdimas, 4(2), 117–122.
  22. Retnowati, R. (2018). Agama, Konflik dan Integrasi Sosial Refleksi Kehidupan Beragama di Indonesia: Belajar dari Komunitas Situbondo Membangun Integrasi Pasca Konflik. Sangkep: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 1(1), 1–28, ISSN: 2654-6612.
  23. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (19th ed.). Bandung: Alfabeta.
  24. Sutami, D., Miftahuddin, M., & Sumbono, A. (2017). Pembelajaran Biologi di-SMP Kabupaten Sorong; Kajian Respon Siswa terhadap Efek Pembentukan Komunitas Belajar Mandiri. BIOLEARNING JOURNAL, 04(2), 40–48, ISSN: 2406-8233.
  25. Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.