Main Article Content

Abstract

Hadirnya program kampus mengajar menuntut mahasiswa agar mampu berkontribusi
dalam kegiatan bermasyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Program Kampus
Mengajar bertujuan agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam dunia
pendidikan baik bidang administrasi, pengajaran, maupun adaptasi teknologi. Dalam
implementasi Kampus Mengajar ini tentu mengalami berbagai tantangan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji tantangan dan solusi dalam pelaksanaan program Kampus
Mengajar angkatan 2 khususnya di wilayah Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam
penelitian kualitatif ini adalah jenis studi kasus dalam penelitian kualitatif. Proses
pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam. Ada 10 partisipan yang
terdiri dari mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 2 dari berbagai sekolah mitra di
Yogyakarta. Data hasil wawancara ditranskrip dalam bentuk naratif dan dianalisis
menggunakan thematik analysis. Penelitian ini menemukan beberapa tantangan;
kompetensi mengajar mahasiswa kurang relevan dengan yang dibutuhkan sekolah,
beberapa mahasiswa tidak diberikan kesempatan mengajar, sarana dan prasarana
kurang mendukung, guru gagap teknologi, dan miskomunikasi mahasiswa Kampus
Mengajar dengan guru di lapangan. Solusinya adalah; perlu ada inovasi dalam
pembelajaran, memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler dalam mengisi kekosongan
dalam mengajar, digitalisasi bahan bacaan di perpustakaan, adaptasi teknologi, dan
koordinasi dengan guru dibuat lebih matang sebelum penerjunan di sekolah. Penelitian
ini menjadi masukan berharga bagi pemegang kebijakan dan pelaku Kampus Mengajar
dalam perbaikan ke depannya.
Kata kunci: kampus mengajar, tantangan, solusi, Yogyakarta

Article Details