Main Article Content

Abstract

Purpose – Analyzing the impact of differences between inclusive and exclusive Islamic boarding school models on the well-being of santri and the surrounding community.
Methods – A qualitative method is applied to determine the impact of welfare on santri and the surrounding community. Phenomenological methods are applied to understand the phenomenon of changes in the welfare of both. Welfare evaluation applied the concept of consumer surplus as a measure of santri’s welfare and the benefit of business for the community. In-depth interviews with informants, both buyers and sellers, were conducted.
Findings – The economic welfare of students and the surrounding community is greater in inclusive Islamic boarding schools compared to exclusive Islamic boarding schools.
Implication – Islamic boarding school administrators need to consider opening up more flexible interaction spaces for students with the external market, while still maintaining the principles of discipline and religious values that are the main foundation.
Originality – This study contributes to research on the management of Islamic boarding schools by applying qualitative methods.


Abstrak
Tujuan – Menganalisis dampak perbedaan antara model pondok pesantren inklusif dan eksklusif terhadap kesejahteraan santri dan masyarakat sekitarnya.
Metode – Metode kualitatif diterapkan untuk menentukan dampak kesejahteraan pada santri dan masyarakat sekitarnya. Metode fenomenologi diterapkan untuk memahami fenomena perubahan kesejahteraan keduanya. Evaluasi kesejahteraan menerapkan konsep surplus konsumen sebagai ukuran kesejahteraan santri dan analisis persaingan usaha sebagai evaluasi kesejahteraan dari sisi penjual.
Temuan – Kesejahteraan ekonomi para santri dan masyarakat sekitar lebih besar pada pondok pesantren yang bersifat inklusif dibanding dengan pondok pesantren yang bersifa eksklusif.
Implikasi – Pengurus pondok pesantren perlu mempertimbangkan untuk membuka ruang interaksi yang lebih fleksibel bagi santri terhadap pasar luar, sembari tetap menjaga prinsip kedisiplinan dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi utama.
Orisinalitas – Studi ini berkontribusi pada penelitian tentang pengelolaan pondok pesantren dengan penerapan metode kualitatif

Keywords

Persaingan Usaha Kesejahteraan Konsumen Monopoli

Article Details

How to Cite
Atmadji, E., & Syam, Q. N. H. (2026). Pengaruh perbedaan model eksklusivitas pondok pesantren terhadap kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar (Studi kasus Pondok Pesantren Al Imdad Puteri dan Pondok Pesantren Nurul Ummah Puteri). Jurnal Kebijakan Ekonomi Dan Keuangan, 5(1), 156–162. https://doi.org/10.20885/JKEK.vol5.iss1.art15

References

  1. Firmansyah, E., Mawandha, H. G., & Bimantio, M. P. (2020). Pesantren Mandiri Pangan, Program Pelatihan Optimasi Pemanfaatan Lahan Kritis Berbasis Pertanian Terpadu Di Pondok Pesantren Al-Hikmah Gunungkidul. Jurnal Masyarakat Mandiri, 4(5), 797-805.
  2. Herpandi, H., Widiastuti, I., Baehaki, A., Sudirman, S., & Nugroho, G. D. (2022). Pemberdayaan santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren rhaudul ulum sakatiga, ogan ilir melalui diversifikasi produk perikanan. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(1), 59-65. DOI: https://doi.org/10.30653/002.202271.16
  3. Jamil, S. N. A., Mardiyah, U., & Sandra, L. (2023). Pelatihan kewirausahaan sebagai upaya menumbuhkan minat berwirausaha santri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo. Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan, 1(2), 71-77. DOI: https://doi.org/10.37253/madani.v2i1.7324
  4. Leksono, S. (2013). Penelitian Kualitatif Ilmu Ekonomi Dari Metodologi ke Metode. Depok: PT. Raja Grafindo Persada.
  5. Lugina, U. (2018). Pengembangan Ekonomi Pondok Pesantren Di Jawa Barat. Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 4(1, March), 53-64.
  6. Mardyanto, E. (2016). Manajemen kewirausahaan pondok pesantren berbasis agrobisnis (Studi kasus di PP Mukmin Mandiri dan PP Nurul Karomah). Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 9(2), 199-218. DOI: https://doi.org/10.37812/fikroh.v9i2.28
  7. Pindyck, R. S., & Rubinfeld, D. L. (2018). Microeconomics, 9/E Global Edition.
  8. Saputra, A. A. (2023). Peran Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Jarinabi Mart dalam Meningkatkan Ekonomi Pondok Pesantren Jarinabi. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9(3), 4038-4047. DOI: https://doi.org/10.29040/jiei.v9i3.10820
  9. Sugandi, A., Tanjung, H. B., & Rusli, R. K. (2017). Peran Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Tadbir muwahhid, 1(2), 99-115. DOI: https://doi.org/10.30997/jtm.v1i2.950