Main Article Content
Abstract
Era modern membawa dampak dilematis terhadap kehidupan manusia. Di satu sisi kemajuan iptek mempermudah kehidupan manusia, di sisi lain merusak kehidupan itu sendiri. Dampak negatif era ini berwujud antagonisme antara ateisme yang berujung pada konsumerisme-nihilism dan fundamentalisme yang menyumbang pada konflik internal dan antar agama yang tak berkesudahan dan semakin memperparah ateisme dan bahkan anti agama. Tulisan ini ingin menjawab dilematis kehidupan manusia era ini dengan menganggapnya sebagai tantangan bagi peran keberagamaan umat manusia. Dengan mendasarkan diri pada keyakinan perenialisme agama, dan kemauan untuk bercermin terhadap pengalaman sejarah agama-agama dalam menghadapi modernism, sekularisme, nihilism, dan fundamentalisme, serta kecerdasan dalam menggali nilai-nilai etika dan moral tertinggi agama, khususnya Islam, tulisan ini mencoba memberikan alternatif pemecahannya dengan perumusan etika dan moral bersama umat manusia sebagai etika global yang baru melalui dialog antar iman dan kerjasama antar agama sehingga agama bagi kehidupan riil masyarakat menjadi lebih bermakna dan nyata.
Article Details
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution (CC-BY-SA) 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.