Main Article Content

Abstract

Kita telah sering mendengar tentang Era Industri 4.0. Era dimana industri dan internet berkembang demikian pesat yang kemudian keduanya berintegrasi dan menciptakan suatu ekosistem baru di berbagai sektor kehidupan, mulai dari layanan komunikasi, transportasi, perdagangan, hingga sampai pada layanan jasa. Era Industri 4.0 ini secara kebetulan bersamaan denga Era Society 4.0 yang disebut juga Information Society Era (Era Masyarakat Informasi). Sebagai kelanjutan dari Era Society 4.0 ini adalah akan munculnya suatu era yang disebut dengan Era Society 5.0. Era Society 5.0 akan menjadi tantangan tersendiri bagi kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan bahwa di dalam sistem Society 5.0 ini berbasis pada teknologi, berpusat pada manusia (human-centered society) dan meliputi beragam aplikasi pintar (smart aplications) dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dan efektifitas kerja bagi manusia penggunanya. Sehingga dari itu semua diharapkan bisa menjadikan masyarakat lebih produktif, lebih aman, lebih inklusif dan ramah lingkungan. Akan tetapi itu semua bukan berarti sama sekali tanpa meninggalkan dampak negatif. Keberadaaan infrastruktur digital, platform dan layanan memiliki peran penting dalam membangun ekosistem Society 5.0. Yang kesemuanya itu didasarkan pada integrasi dan perpaduan beragam teknologi pintar (Smart Technology) seperti Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), robotik, Internet of Things (IoT) dan Blockchain, serta ditambah lagi dengan adanya Augmented and Virtual Reality ataupun Robotic Process Automation (RPA). Keberadaan teknologi-teknologi tersebut memungkinkan terjadinya pergolakan sosial dan ekonomi yang besar. Peningkatan penggunaan teknologi pintar dalam pengembangan Society 5.0 memiliki konsekuensi langsung bagi manusia sebagai individu. Komputer, kecerdasan buatan, robotik, Internet of Thing bisa secara perlahan tanpa kita sadari akan semakin menggeser peran manusia dalam dunia kerja. Sektor-sektor pekerjaan yang bersifat repetitif sudah pasti akan digantikan oleh mesin-mesin yang terintegrasi dengan sistem otomasi, kecerdasan buatan, dan Internet of Thing. Hal-hal inilah yang menjadikan Pustakawan sangat perlu untuk memperhatikan dan menyiapkan diri menghadapi kondisi tersebut. Membangun dan mengembangkan profesionalisme merupakan salah satu strategi jitu yang bisa dilakukan oleh Pustakawan untuk bisa bertahan dan meneguhkan eksistensi profesinya di Era Society 5.0. Untuk membangun profesionalismenya, seorang pustakawan harus memiliki attitude, competence, ability to communicate, appropriateness, dan appearance di dalam kehidupan keseharian mereka, baik itu di lingkungan kerja maupun di lingkungan masyarakat.

Keywords

Profesionalisme Pustakawan Society 5.0

Article Details

Author Biography

Teguh Prasetyo Utomo, Universitas Islam Indonesia

Direktorat Perpustakaan

How to Cite
Utomo, T. P. (2020). MEMBANGUN PROFESIONALISME SEBAGAI STRATEGI PUSTAKAWAN MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0. Buletin Perpustakaan Universitas Islam Indonesia, 2(2), 1–12. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/Buletin-Perpustakaan/article/view/15179

References

  1. Baloqun, J. (2015). Professionalization of Physiotherapy in Nigeria: Challenges, Threats and Opportunities. Presented at the Scientific Session of the 55th Annual Conference of the Nigeria Society of Physiotherapy (NSP) held at Lokoja, Kogi State, Nigeria on October 28, 2015. Accessible from : https://www.researchgate.net/publication/283504876_Professionalization_of_Physiotherapy_in_Nigeria_Challenges_Threats_and_Opportunities
  2. Finsia (2017). What does professionalism mean to you? Accessible from https://finsia.com/insights/news/news-article/2017/11/01/members-corner-what-does-professionalism-mean-to-you
  3. Fukuda, Kayano (2019). Science, technology and innovation ecosystem transformation toward society 5.0. Accessible from : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0925527319302701
  4. Grunwitz, Kai (2019). The future is Society 5.0. Accessible from : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1361372319300879
  5. Khoo, C.S.G. (2019). New Directions for Library and Information Service, Research and Education. International Conference on Library and Information Science Proceeding. Taipei, 11-13 July 2019. Accessible from https://drive.google.com/uc?id=1HKMHcNtk2MiYVymQmmqNsEwMhitGEYcz&export=download
  6. Saylordotorg. Human Relations: Personality and Attitude Effects. Accessible from : https://saylordotorg.github.io/text_human-relations/s05-02-human-relations-personality-an.html