Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari inflasi, suku bunga, dan nilai tukar Dollar Amerika Serikat terhadap volume perdagangan saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian tahun 2019-2022. Dengan menggunakan metode kuantitatif melalui uji asumsi klasik, analisis regresi, dan model data panel, penelitian ini menemukan bahwa inflasi secara dominan mempengaruhi volume perdagangan saham di bursa tersebut. Sementara suku bunga dan kurs Dollar AS, meskipun memengaruhi harga saham, tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap volume perdagangan. Penelitian ini menemukan bahwa return on asset (ROA) menunjukkan hubungan berbanding negatif terhadap volume perdagangan, namun tidak memiliki peran yang signifikan dalam fluktuasi volume perdagangan saham. Sebaliknya, Aset menunjukkan hubungan yang signifikan dengan volume perdagangan saham, menyoroti pentingnya aset dalam menentukan aktivitas perdagangan saham. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting bagi para pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan investasi dan strategi bisnis di tengah kompleksitas pasar modal Indonesia.

Keywords

inflasi suku bunga kurs dollar Amerika Serikat volume perdagangan saham perusahaan manufaktur

Article Details

How to Cite
Putra, K. A., & Moin, A. (2024). Analisis Pengaruh Inflasi, Suku Bunga dan Kurs Dollar Amerika Serikat terhadap Volume Perdagangan Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Selekta Manajemen: Jurnal Mahasiswa Bisnis & Manajemen, 2(5), 220–235. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/selma/article/view/33149

References

Read More

Most read articles by the same author(s)