"Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang". Demikian kata pepatah yang melukiskan bahwa makhluk itu akan dikenang dengan peninggalannya yang spesifik dan bermakna. Demikian pula manusia yang meninggal dunia, mewariskan sesuatu yang bermanfaat bagi umatnya, yang diantaranya berupa ilmu pengetahuan. Hal yang sama juga ditinggalkan oleh almarhum Prof. Dr. Ace Partadiredja, MA, yang meninggai tanggal 6 Desember 2002.

Salah satu pemikiran cemerlang yang terus menjadi kajian yang ditinggalkan oleh mantan Rektor UII adalah ajakannya untuk mengembangkan pemikiran mengenai ekonomika etik: Dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar di UGM tahun 1981 yang berjudul "Ekonomika Etik" ia mendambakan lahirnya ilmu ekonomi (ekonomika) yang tidak serakah dengan terlalu mementingkan alam benda. Dari sini tercermin mengenai perlunya "koreksi" manusia yang "homo ekonomikus".

Prof. Ace juga sangat perhatian dengan pengembangan Pemikiran dan implementasi etika dalam sistem perekonomian. Bagi bangsa Indonesia, Prof. Dr. Ace merupakan salah seorang dari ahli ekonomi yang sangat memperhatikan pembangunan di Indonesia, khususnya pembangunan bidang pertanian. Di samping itu, dalam setiap pemikirannya selalu menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal. Dalam kapasitasnya tersebut, Prof Dr. Ace telah mengaktualisasikan pemikirannya dalam bentuk buku dan sekarang masih dijadikan referensi oleh kalangan akademisi.

Selama hidupnya, Prof Dr. Ace Partadiredja dikenal sebagai sosok tokoh yang akademis sekaligus religius. Sisiakademisi Prof Dr. Ace tercermin dalam berbagai bentuk pemikirannya yang mampu mewarnai perkembangan pemikiran ekonomi di Indonesia. Sebagai sosok yang religius, Prof Ace memiliki komitmen perjuangan melalui dedikasinya pada lembaga-lembaga yang mengembangkan dan mengimplementasikan konsep-konsep Islami.

Berdasarkan berbagai pemikiran itulah UNISIA, dengan didukung Rektorat Ull dan Program Magsiter Manajemen UII mengadakan seminar dengan tema In Memoriam Prof. Ace Partadiredja: Membangun Ekonomi Pertanian dan Ekonomi Kelembagaan Indonesia. Makalah dari seminar tersebut,  ditambah beberapa penulis lainnya, dipublikasikan dalam UNISIA No. 54 ini.

Tulisan berasal dari kolega almarhum di UGM, Perhepi, Departemen Pertanian, di samping juga asisten dan muridnya yang kini bekerja di berbagai instansi. Nama-nama seperti Prof Mubyarto, Prof Sayogyo, Dr. Hidayat Nataatmadja, ataupun muridnya yang menjadi "birokrat" Dr. Noer Soetrisno, termasuk yang memberi kontribusi pada terbitan kali ini.

Mudah-mudahan tulisan-tulisan yang ada dapat lebih memperkaya wacana diskusi dan juga implementasi mengenai ekonomika etik. Dan bagi pembaca yang ingin berkontribusi dalam terbitan mendatang, redaksi menerima tulisan dengan tema "Agenda Aksi Pemerintahan Baru: Evaluasi Awal dan Harapan Rakyat" Selamat membaca.

Published: July 27, 2016

Etika sebagai Landasan Moral Pengembangan Kelembagaan Ekonomi

Noer Soetrisno (1)
(1)
333-342
396

Etika Pembangunan, Siapa yang Punya? Kasus: Ide Koperasi

- Sajogyo (1)
(1)
343-350
169

Globalisasi, Persaingan Bebas, dan Ekonomika Etika

Edy Suandi Hamid (1)
(1)
351-360
542

Pembangunan Pertanian Berbasis Kecerdasan Masyarakat

Murasa Sarkaniputra (1)
(1)
361-369
200

Ekonomika Pasar-Populis

- Mubyarto (1)
(1)
370-383
124

Penguatan Pembangunan Pertanian sebagai Landasan Pembangunan Perekonomian Indonesia

Payaman Simanjutak (1)
(1)
384-392
201

Ziarah Ke (Pemikiran) Hatta: Dari Koperasi Menuju Ke Ekonomika Etik

- Hudiyanto (1)
(1)
393-401
163

Grand Design Pembangunan Nasional (Skenario Sufi Indonesia)

Hidayat Nataatmaja (1)
(1)
402-410
185

Penguat Pembangunan Pertanian untuk Mendukung Perekonomian Indonesia yang Tangguh

M. Suparmoko (1)
(1)
411-427
213

Etika sebagai Landasan Moral Pembangunan Ekonomi di Indonesia

Suroso Imam Zadjuli (1)
(1)
428-445
367

Melacak Akar Moral Ekonomi Liberal

Agus Triyanta (1)
(1)
446-449
129