Harapan besar muncul di benak rakyat ketika pemerintahan baru, yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan M Jusuf Kalla, mulai bekerja tanggal pertengahan Oktober 2004. Ini merupakan suatu babak baru dalam sejarah Indonesia, karena kedua pemimpin tersebut dipilih langsung oleh rakyat. Berbagai janji dan komitmen pun dibuat oleh kedua pemimpin tersebut, yang menumbuhkan harapan besar akan perubahan dan perbaikan daiam kehidupan masyarakat. Janji akan pembentukan pemerintahan yang bersih. Komitmen untuk penegakan hukum. Tekad untuk memperbaiki perekonomian masyarakat. Janji mengurangi kemiskinan dan penciptaan kesempatan kerja dan sebagainya. 

Masyarakat menanti dengan sangat upaya-upaya yang akan dilakukan oleh pemerintahan SBY-JK tersebut. Namun demikian setelah beberapa buian berjalan, sebagian masyarakat dan pengamat ternyata mengalami kekecewaan. Berbagai evaluasi menunjukkan bahwa belum banyak yang diperbuat oleh pemerintahan baru ini dalam upaya mewujudkan berbagai janjinya tersebut. Waktu 100 hari yang dijadikan titik toiak awal evaluasi menuai banyak kekecewaan. Menanggapi kekecewaan tersebut Presiden SBY menyatakan tidak terlalu gusar dan peduli. Sebab, pemerintahnya baru berjalan sangat pendek.

Memang adalah tidak mungkin bagi pemerintah untuk mewujudkan berbagai janji poliriknya tersebut. Namun masyarakat pun tentu cerdas untuk melihat tanda-tanda atau gejala yang ada. Jika dalam bulan-buian awal tidak banyak yang diperbuat, koordinasi masih lemah, penegakan hukum tidak banyak berubah, dan pejabat pun sering berebut pengaruh, maka wajar jika sebagian masyarakat khawatir. Dan seharusnya mi menjadi perhatian serius bagi pemerintahan yang mendapat mandat langsung dari rakyat ini.

Pandangan yang skeptis juga muncul dari tulisan-tulisan dalam UNISIA edisi ini. Tinjauan dari berbagai aspek, seperti Mudradjad Kuncoro, Bambang Cipto, Suparman Marzuki, Masduki, dan lain-iainnya banyak menyoroti kinerja awal pemerintahan baru ini. Tentu saja ini tidak dimaksud untuk menggagalkan apa yang sudah diprogramkan dan dicanangkan pemerintahan tersebut, melainkan untuk menggugah agar bisa mengoreksi kebijakan yang menyimpang sehingga kembali ke right track.

Apa yang dijanjikan oleh SBY-JK memang bukan pekerjaan yang mudah. Misalnya dalam bidang ekonomi, sebagaimana dapat dibaca dalam dokumen politiknya berjudul "Membangun Indonesia yang Aman, Adil, dan Sejahtera", yang berisi visl misi, dan programnya. Dalam dokumen yang selalu disampaikan pada saat kampanye tersebut, secara eksplisit memuat berbagai target-target pembangunan bidang ekonomi, dan semuanya adalah sersaran untuk lima tahun ke depan. Misalnya: target pertumbuhan ekonomi tahun 2009 adalah 7,6%: angka pengangguran terbuka menurun dari 10,1% pada tahun 2003 menjadi 5,1% tahun 2009; pendapatan per kapita naik dari 968 dollar pada tahun 2003 menjadi 1731 dollar tahun 2009. Tingkat kemiskinan pun ditargetkan hanya tinggal 8,2% tahun 2009, dibanding 17,4% tahun 2003. Dan sebagainya.

Dengan menyimak contoh-contoh ini, maka dapat dipahami kalau pemerintahan sekarang harus bekerja ekstra keras untuk mewujudkan rencana pembangunannya. Evaluasi yang diberikan dalam tulisan-tulisan pada edisi ini diharapkan menjadi sumbang saran bagi pewujudan rencana tersebut.

Bagi pembaca yang ingin berpartisipasi dalam UNISIA edisi yang akan datang, topik utamanya adalah berkaitan dengan bencana alam dan kemanusiaan. 

Published: July 27, 2016

Menanti Reformasi Iklim Bisnis di Indonesia

Mudrajad Kuncoro (1)
(1)
3-15
218

Evaluasi Awal Politik Pemerintahan Baru dan Harapan Rakyat

Bambang Cipto (1)
(1)
16-27
151

Tinjauan Kritis Tentang Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Menurut Hukum Administrasi Negara

Tri Widodo W. Utomo (1)
(1)
28-43
1085

Pemberantasan Korupsi dalam Perspektif Penegak Hukum

Artidjo Alkostar (1)
(1)
44-47
263

Mengungkap Kebenaran Pelanggaran HAM Masa Lalu di Era Transisi Demokrasi

Suparman Marzuki (1)
(1)
48-59
286

Masyarakat Terbuka dan Kebebasan Mengakses Informasi, Agenda Pemberdayaan Masyarakat Sipil Rezim SBY-Kalla

- Masduki (1)
(1)
60-70
563

Partisipasi Publik dalam Proses Menuju Indonesia Baru Evaluasi Terhadap Perkembangan Pemerintahan

Leo Agustino (1)
(1)
71-87
161

Agama dan Multikulturalisme Masyarakat Bangsa

- Yusdani (1)
(1)
88-97
153

Paradigama Perubahan Pendidikan Keagamaan

Aden Wijdan SZ (1)
(1)
98-105
150

Paradigma Baru Ilmu Pengetahuan

Ibnu Hadjar (1)
(1)
106-111
130